Ilustrasi sabun. (Foto: Shutterstock)

Sabun batang juga cenderung membuat kulit lebih kering, terutama karena sifat basanya, yang lebih sensitif terhadap beberapa jenis kulit.

“PH alami kulit sedikit asam, sekitar 4,5 hingga 5,5, sedangkan sabun batang biasanya memiliki pH lebih tinggi, sehingga menghilangkan minyak alami kulit dan mengganggu pelindungnya. Ini dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, dan memperburuk kondisi kulit bermasalah seperti eksim,” ujar Arora.

Sabun batang juga dapat mengandung sulfat dan surfaktan yang menghilangkan lipida pada kulit. Lal menambahkan bahwa beberapa sabun batang memiliki sifat anti-bakteri, yang dapat mengacaukan mikrobioma kulit.

Apakah Sabun Cair Lebih Aman?

Tergantung pada produknya. Meskipun sebagian besar sabun cair lebih menghidrasi dan melembutkan kulit dibandingkan sabun batang, tidak semua sabun cair dibuat sama.

Lal mengatakan, beberapa sabun mandi mengandung bahan pengawet untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme, sementara yang lain mengandung sulfat.

Namun, sebagian besar menawarkan pelembap dan nutrisi yang dibutuhkan kulit. Saat ini, kebanyakan sabun mandi memiliki tingkat pH yang lebih sesuai dengan kulit, sehingga risikonya mengganggu pelindung dan mikrobioma kulit lebih kecil.

Mary Berry, perancang produk perawatan kulit dan pendiri serta CEO Cosmos Labs, menyatakan bahwa ada begitu banyak variasi formulasi, yang juga disesuaikan dengan jenis dan preferensi kulit yang berbeda, sehingga menghasilkan pengalaman pembersihan yang lebih personal dan efektif.”

LEAVE A REPLY