Ilustrasi diet. (Foto: Wand Prapan)diet

Oleh: Dokter Dito Anurogo, MSc, PhD (Candidate) (Dokter pengampu Telemedicine di SMA Negeri 13 Semarang, dosen tetap di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar, kandidat doktor di IPCTRM College of Medicine Taipei Medical University Taiwan, Ketua Komisi Kesehatan Ditlitka PPI Dunia, penulis buku profesional, misalnya berjudul: “The Art of Televasculobiomedicine 5.0” dan Stem Cells Made Easy, reviewer puluhan jurnal nasional dan internasional, trainer bersertifikasi BNSP)

ZNEWS.IDJAKARTA – Dunia nutrisi dan genetika telah bergabung membentuk sebuah era baru dalam penelitian kesehatan, menghasilkan dua disiplin ilmu yang saling melengkapi, yakni nutrigenomik dan nutrigenetik.

Kedua bidang ini mempelajari interaksi kompleks antara genetika dan diet, yang membawa kita ke pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana makanan yang kita konsumsi memengaruhi kesehatan kita pada level molekuler.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya diet personalisasi, penelitian dalam nutrigenomik dan nutrigenetik menawarkan wawasan baru yang dapat mengubah cara kita memandang nutrisi.

Kemajuan dalam genetika dan nutrigenomik telah membuka jalan untuk nutrisi personalisasi, yang memungkinkan rekomendasi diet disesuaikan dengan genetika unik setiap individu untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan genetik mempengaruhi metabolisme, respons terhadap nutrien, dan risiko penyakit, seperti obesitas dan diabetes tipe 2, tergantung pada cara individu memetabolisme lemak dan karbohidrat.

Selain itu, interaksi antara diet dan genetika, bagaimana nutrisi tertentu dapat mengaktifkan atau menekan ekspresi gen, menawarkan wawasan untuk mengoptimalkan ekspresi gen melalui strategi nutrisi yang disesuaikan.

Seperti, menghindari produk susu bagi mereka dengan intoleransi laktosa atau menekankan asupan asam lemak omega-3 untuk individu dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular, meningkatkan pendekatan terhadap kesehatan dengan lebih efektif.

BACA JUGA  HPN 2024, Pemilu dan Konstruksi Demokrasi Berkualitas

Dua Sisi Mata Uang

Nutritional genomics, yang menggabungkan studi nutrigenetik dan nutrigenomik, mempelajari bagaimana genetika dan diet berinteraksi untuk mempengaruhi metabolisme nutrien dan ekspresi gen, memungkinkan pengembangan diet personalisasi yang dapat memaksimalkan kesehatan berdasarkan profil genetik individu.

Nutrigenetik mengeksplorasi pengaruh genetik pada respons terhadap nutrien, sementara nutrigenomik meneliti bagaimana nutrien mempengaruhi ekspresi genetik.

LEAVE A REPLY