Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar wisuda Forum Halaqah Qur’an (FHQ) di Masjid An Najm, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Huffadz (PPTQ-RH) Kabupaten Jeneponto, Minggu (8/1/2023). (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID JENEPONTO – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar wisuda Forum Halaqah Qur’an (FHQ) di Masjid An Najm, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Huffadz (PPTQ-RH) Kabupaten Jeneponto, Minggu (8/1/2023).

Wisuda diikuti oleh para santri FHQ An Najm Jeneponto dari berbagai kelompok. Total sebanyak 98 santriwan/santriwati menjadi wisudawan/wisudawati, di antaranya 29 santri Hamalatul Qur’an dan 69 santri Mahir Qur’an.

Prosesi kelulusan ini juga di hadiri oleh para pendamping santri dan kelompok baru FHQ An Najm. Selain itu juga dihadiri oleh para stakeholder Kabupaten Jeneponto, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Ketua DRPD, Ketua tim penggerak PKK, Kepala Dinas PMD, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar wisuda Forum Halaqah Qur’an (FHQ) di Masjid An Najm, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Huffadz (PPTQ-RH) Kabupaten Jeneponto, Minggu (8/1/2023). (Foto: DD Sulsel)

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM, mengatakan bahwa melalui program FHQ diharapkan akan melahirkan santri-santri yang berakhlak qurani.

Di samping itu, dengan diwisudanya para santri, kelak akan menjadi santri yang berguna di masyarakat tempat tinggalnya masing-masing.

Rahmat menjelaskan, FHQ yang digagas oleh Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) dan Dompet Dhuafa Sulsel merupakan salah satu program dakwah yang dikembangkan di Jeneponto.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar wisuda Forum Halaqah Qur’an (FHQ) di Masjid An Najm, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Huffadz (PPTQ-RH) Kabupaten Jeneponto, Minggu (8/1/2023). (Foto: DD Sulsel)

Selanjutnya, FHQ juga menjadi ajang membuka kerja sama dengan pemerintah setempat agar terus mengembangkan program dakwah di Kabupaten Jeneponto.

Saat ini, kata Rahmat, ada sekitar 1.400 santri yang telah tergabung dalam kelompok FQH dari Janeponto dan Bantaeng. Mereka tergolong dalam berbagai kalangan, baik dari pejabat pemerintah hingga masyarakat sipil.

“Melalui kegiatan dakwah ini, diharapkan agar masyarakat Jeneponto dan Bantaeng untuk terus meningkatkan kecintaannya pada Alquran,” tuturnya.

Oleh: Muthohar

LEAVE A REPLY