
Jarak antarrumah yang berjauhan dan berlumpur menjadi tantangan tersendiri bagi tim distribusi THK. Kondisi ini, kata Yogi, wajar, sebab kawasan ini merupakan kawasan persawahan yang juga masih banyak ditemui hutan-hutan.
Namun, hal itu tak membuat tim gentar. Dengan menggunakan mobil Dapur Keliling (Darling), tim menyusur setiap rumah warga yang berhak menerima daging kurban.
Proses pemotongan serta distribusi pun berlangsung dengan baik dan lancar. Seluruh hewan dipotong sesuai syariat Islam dan dibagikan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Dompet Dhuafa.

“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan lancar. Kami upayakan sebaik mungkin menyalurkan amanah ini. Semoga ini dapat menjadi bekal kita semua kelak nanti di akhirat,” ucap Yogi.
Salah satu penerima daging kurban adalah Yuliasih (44) bersama suami dan tiga anaknya. Ia mengucapkan banyak syukur dan terima kasih begitu menerima daging kurban dari Dompet Dhuafa.
Saat menerima daging, sang suami sedang bekerja sebagai buruh tani, sedangkan Yuliasih sedang membuat anyaman dari bambu untuk tempat ikan. Aktivitas ini menjadi hal yang rutin sehari-hari yang dikerjakan oleh Yuliasih dan suami.

“Biasanya kalau Iduladha kadang nggak kebagian. Tergantung, kalau di masjid sana banyak yang kurban, ya, kadang dapat. Kalau nggak ada, ya, nggak dapat,” ucapnya.
Selain Yuliasih, masih ada ratusan keluarga lainnya yang merasakan hal serupa. Satu kebaikan kurban yang diamanahkan oleh setiap pekurban di Dompet Dhuafa telah banyak memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Oleh: Muthohar



























