
ZNEWS.ID, YOGYAKARTA – Ibu Parlinah, yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai buruh gendong di pasar, terhenyak. Karena sudah jarang orang membutuhkan tenaganya. Sejak diberlakukan Social Distancing, masyarakat sudah jarang berbelanja ke pasar.
Selama ini Bu Parlinah menggantungkan hidup pada upah dari jasanya menggendong barang belanjaan dari pedagang ke mobil atau kendaraan para pembeli.
Kepada Tim Dompet Dhuafa Jogja ia bercerita betapa sepinya pasar sejak dua pekan ini. “Pasar sangat sepi pembeli, akhirnya para pedangang pun banyak menutup lapaknya”, ujarnya.
Mendengar keluhan Bu Parlinah, Dompet Dhuafa Jogja melalui gugus tugas ketahanan pangan keluarga mengadakan aksi support logistik bahan makanan kepada 95 KK di Kampung Suryowijayan Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta dan 130 KK di Dusun Sangubanyu Desa Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan Yogyakarta selama 2 hari ini, 3 dan 4 Maret 2020.
Nuryanto selaku koordinator menjelaskan, bahwa DD bekerja sama dengan takmir masjid untuk menentukan siapa saja yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga amanah donatur agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Lebih lanjut Nuryanto menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah fase awal yang meliputi hal-hal yang sifatnya karitas. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat ekonomi lemah yang terdampak situasi krisis Covid-19. Kedepan akan dilaksanakan kegiatan yang sifatnya empowerment. Kelompok masyarakat harus mampu mengidentifikasi sumber daya yang ada pada mereka untuk mampu menciptakan ketahanan pangan keluarga.
Rasa bahagia dan syukur terpancar dari para penerima manfaat. “Matur nuwun njjih Mas pun diparingi beras dan lauk, mugi barokah kagem sedayanipun” (terima kasih mas sudah diberi beras dan lauk, semoga berkah untuk semuanya), ucap Bu Rubiyati salah satu penerima manfaat dari Kampung Suryowijayan.
Bagi masyarakat yang berpenghasilan dari sektor formal, lebih-lebih bagi mereka yang berada, mungkin tidak begitu kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Mari maknai situasi ini secara lebih positif dengan berbagi terhadap sesama. – MEP



























