
Yeni mengatakan bahwa pada peluncuran Proteksi kali ini, Dompet Dhuafa bergabung pada bidang 2, yaitu pemberdayaan masyarakat dan juga di bidang 4, yakni bidang mitigasi, psikososial, serta pemberdayaan ekonomi pasien TB.
“Dompet Dhuafa menjadi anggota bidang kemitraan di bidang 2 untuk pemberdayaan masyarakat dan juga sebagai ketua bidang 4, bidang mitigasi dan psikososial dan pemberdayaan ekonomi pasien TB dalam wadah kemitraan penanggulangan tuberkulosis yang diinisiasi dan dikoordinasi oleh Kemenko PMK,” katanya.
Yeni menjelaskan, strategis bidang teknis meliputi promotif, preventif, komplementer kuratif dan rehabilitatif. Strategi bidang teknis WKPTB (Wadah Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis) kepada peran serta masyarakat dalam penanggulangan TBC sesuai pasal 29 Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021.
“Aksi otoritas bidang mitigasi dampak psikososial dan pemberdayaan ekonomi pasien dan keluarga terdampak TBC di antaranya skrining kesehatan mental pasien TBC, pembinaan kesehatan mental dan spiritual, pencegahan stigma dan diskriminasi, pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, pendampingan usaha seperti UMKM, pemberian bantuan modal dan pelatihan vokasi,” jelasnya.

Selain Dompet Dhuafa, lanjut Yeni, pada bidang 4 ini berisikan lembaga lain, di antaranya Majelis Kesehatan Pengurus Pusat Aisyiyah, Stop TB Partnership Indonesia (STPI), Perkumpulan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia, (PPTI), Lazis Mu dan mitra lainnya.
Yeni menerangkan, sebagai wujud nyata aksi proteksi, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan POP TB memberdayakan pasien TBC untuk mampu menghasilkan produk telur asin.
“Telur asin ini dibuat oleh para pasien TBC sebagai wujud pemberdayaan ekonomi dan telah digulirkan. Serta, akan terus didampingi sampai produktif kembali,” terang Yeni.



























