
ZNEWS.ID JAKARTA – Berolahraga mengenakan jaket agar tubuh lebih berkeringat tidak dianjurkan. Karena, hanya mengurangi kadar air di dalam tubuh dan dapat mengakibatkan dehidrasi.
“Nah, ini kadang-kadang masyarakat masih belum paham, ya. Mereka beranggapan kalau aku berkeringat, maka aku sudah olahraga. Terus dia olahraganya pakai jaket. Meskipun dia ditimbang turun berat badannya, itu air (di dalam tubuh) yang keluar,” ujar dokter spesialis penyakit dalam, dr Umar Nur Rachman SpPD, saat diskusi daring, Selasa (16/11/2021).
Umar juga mengatakan bahwa sebagian pasien diabetes beranggapan bahwa berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki itu baik. Faktanya, hal itu justru harus dihindari.
“Pasien diabetes ini banyak, ya. Dia mengira jalan-jalan nggak pakai sandal itu baik. Kemudian, dia jalan di krikil nggak pakai sandal. Memang rasanya nyaman karena pasien diabet itu, kan, kakinya kayak kebas. Kalau dia jalan di krikil, rasanya enak,” terang Umar.
“Tapi, otomatis pertama dia risiko luka. Pasien diabet, kan, harus pakai alas kaki ke mana-mana. Kedua, dia juga tidak bisa berolahraga dengan baik. Karena, minimal itu olahraga jalan cepat untuk pasien diabet. Nah, jalan cepat, ya, harus pakai sepatu,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Umar menjelaskan bahwa banyaknya keringat yang dikeluarkan saat berolahraga bukanlah poin utama. Sebab, hal yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah durasi dan intensitasnya.
“Olahraga teratur ini sifatnya harus continue. Kalau disarankan, sih, 3 sampai 5 kali seminggu. Durasinya berkisar antara 30 menit dengan pemanasan dan pendinginan,” tutur Umar.
“Ini harus kita pahami bahwa yang menjadi target (olahraga) adalah denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal itu kalau intensitas olahraga kita sekitar 70 persen dari denyut nadi maksimal,” imbuhnya.
Sumber: Antara





























