Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa hadirkan pelatihan Kelembagaan dan Model Bisnis Ekonomi Sirkular kepada komunitas masyarakat di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Minggu (7/7/2024). (Foto: DMC DD)

Dilansir dari Indotimur, Kelurahan Maliaro termasuk ke dalam wilayah dengan Rukun Tetangga yang banyak. Atas dasar itu DMC Dompet Dhuafa memutuskan menghadirkan pelatihan pengelolaan sampah yang mulai dari Kelurahan Maliaro.

”Kalau kondisi timbulan sampahnya cukup tinggi, ditambah juga di sini cukup padat penduduknya,” ujar Alya Putri Firdaus, selaku penanggung jawab kegiatan.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan komunitas dan kelompok pengelola sampah di Kelurahan Maliaro dalam membangun strategi pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi para anggotanya.

Dilaksanakan di Kantor Kelurahan Maliaro, sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari anggota Komunitas Lorong Eco Green, Kelompok PKK Kelurahan Maliaro, Kelompok Satgas Operator Becak Motor Maliaro, Babinsa, dan Lurah Maliaro.

Para peserta mendapatkan materi tentang kelembagaan, model bisnis ekonomi sirkular, dan penyusunan rencana usaha (business plan) menggunakan metode Business Model Canvas (BMC).

“Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, kelengkapan, dan kemapanan operasional komunitas dan kelompok pengelola sampah di Kelurahan Maliaro,” ujar Alya yang juga merupakan Staf Project Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim (KMAPI) DMC Dompet Dhuafa.

Berdasarkan tema yang diusung terkait Aspek Kelembagaan, para komunitas dan kelompok sudah memiliki struktur untuk pengelolaan sampah di kelompok atau komunitasnya. Hanya perlu mendetailkan kembali peran dan tugas serta jalur koordinasi yang dapat dilakukan.

“Sebelum mengikuti pelatihan ini, komunitas kami sudah memiliki struktur organisasi yang cukup efektif. Namun, setelah mengikuti pelatihan, kami mendapatkan banyak insights baru untuk mendetailkan kembali peran dan tugas setiap anggota, serta menyusun jalur koordinasi yang lebih jelas dan terstruktur,” ujar Dio, anggota Komunitas Lorong Eco Green.

LEAVE A REPLY