Dian Mulyadi, Corporate Secretary Dompet Dhuafa, saat kunjungan ke Negeri Merah. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID HO CHI MINH – Kali pertama menginjakan kaki di Negeri Merah, julukan Vietnam, negara sosialis komunis di Asia Tenggara memberi kesan yang dalam.

Dengan bandara internasional yang kecil namun padat sekali, antrean di imigrasi yang mengular panjang, terlihat hidupnya tingkat pariwisata wisatawan mancanegara yang sangat tinggi.

Belum selesai dengan hal tersebut, di luar bandara disambut dengan lalu lalang sepeda motor tak beraturan yang melebihi Jakarta.

Tidak hanya di jalan utama dan antarblok, bahkan hingga ke trotoar, sepeda motor melintas tanpa jalur “menerabas” hak pejalan kaki.

Tiba saatnya untuk mengisi tubuh dengan asupan yang tepat. Berkeliling Kota Merah Ho Chi Minh untuk menemukan makanan dan minuman yang halal.

Tak disangka, bermenit melangkah tak terasa sudah hampir 45 menit, waktu menunjukan pukul 21.25, kami baru menemukan resto halal milik warga Malaysia.

Alhamdulillah, berulangkali terucap setelah lelah perjalanan lintas negara sejak pagi hingga menjelang malam, akhirnya bisa menyantap menu khas melayu, nasi goreng seafood.

Kehidupan malam di Ho Chi Minh City ternyata sangat bergelora, kaum muda asyik masyuk di tengah taman kota sambil menikmati selurupan es kopi ataupun jus buah segar.

Ingar bingar musik berdentum saling sahut memekakan telinga sesekali disela cekikikan tawa mereka hingga lewat tengah malam menjadi teman kaum muda.

Oleh: Dian Mulyadi

BACA JUGA  ASEAN Pilih Jalan Nonmiliter Selesaikan Sengketa Laut China Selatan

LEAVE A REPLY