Ilustrasi: Jemaah haji melakukan tawaf, mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram dengan menjaga jarak pada ibadah haji 2020 di Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: ANTARA/REUTERS/Saudi Ministry of Media via / La/pri)

Oleh: Destika Cahyana Anggota Majelis Amanah DPP GEMA Mathla’ul Anwar; PPIH Arab Saudi 2024)

ZNEWS.ID JAKARTA – Rembulan berputar mengelilingi Bumi pada lintasannya, sementara Bumi mengelilingi Matahari. Demikian pula jutaan manusia yang berhaji atau berumrah, berputar tujuh kali mengelilingi Ka’bah, tetapi tidak pernah dapat berhenti lama di depan Ka’bah.

Manusia berputar mendekati-Nya, tetapi harus segera pergi menunaikan kewajibannya yang lain. Ritual berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam sebanyak tujuh putaran itu dikenal dengan tawaf.

Secara bahasa, menurut kamus Al Maany, tawaf bermakna berkeliling, berputar, dan mengembara. Penulis lain sering menggambarkan tawaf bagaikan benda-benda langit yang mengorbit pada lintasannya mengelilingi pusatnya sebagai sunatullah.

Saat tawaf mengelilingi Ka’bah, bibir jutaan manusia tak henti-hentinya bergerak dalam alunan zikir dan berdoa. Manusia berdoa bersama-sama dipimpin kepala rombongannya. Ada pula yang berdoa sendiri. Beberapa ada yang merasa cukup melantunkannya dalam hati.

Buku-buku manasik haji, bahkan menyediakan beragam doa yang berbeda-beda di setiap putaran tawaf. Ada pula yang cukup melantunkan zikir dan doa sederhana yang diingatnya.

Ibadah haji dan umrah memang merupakan ibadah fisik yang memberi ruang pada manusia berdoa berdasarkan kemampuannya dan keinginannya. Kiai, ustaz, yang paham Bahasa Arab, hingga orang awam, dapat melaksanakan tawaf, sesuai kemampuannya.

Bermiliar manusia melantunkan doa. Terdapat empat doa yang paling sering terdengar terucap dari bibir jemaah, yaitu doa memohon ampunan, doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat, memohon dimasukkan menjadi ahli surga, dan memohon dijauhkan dari azab neraka. Selebihnya setiap manusia berdoa sesuai dengan permintaan spesifik masing-masing.

Saat tawaf, beberapa orang berhasil menyentuh dinding Ka’bah, yang lain dapat mencapai Multazam, serta ada pula yang berhasil mencium Hajar Aswad. Dari jutaan orang itu, hanya segelintir saja yang berhasil karena sangat berdesak-desakan dan berebutan.

BACA JUGA  Bantu Teman Tuli Mengaji, Dompet Dhuafa Bagikan 100 Mushaf Al-Qur’an Isyarat

LEAVE A REPLY