
ZNEWS.ID, JAKARTA – Sejumlah negara-negara di Eropa menerapkan penguncian (lockdown) untuk meredam penyebaran COVID-19 terutama setelah varian baru virus corona menyebar di fdaratan Eropa beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang terhimpit persoalan ekonomi melakukan demo besar-besaran mentang lockdown.
Pihak kepolisian di Hongaria, Austria, dan Belgia harus membubarkan dan menahan ratusan pengunjuk rasa yang menentang penguncian, setelah pemberlakuan karantina berlanjut di seluruh Eropa yang telah memperburuk kondisi ekonomi sejak setahun terakhir.
Polisi di Brussel mengatakan, bahwa mereka telah menangkap sejumlah orang dalam upaya untuk mencegah dua demonstrasi yang dilarang terhadap langkah-langkah untuk mengekang penyebaran Virus Corona.
“Kami menangkap lebih dari 200 orang saat ini, terutama di sekitar stasiun kereta di ibu kota Belgia,” kata seorang juru bicara polisi seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (1/2/2021).
Polisi terpaksa mengevakuasi warga di satu lapangan di depan stasiun kereta api utama. Mereka merupakan pengunjuk rasa yang merupakan pendukung klub sepakbola dari Belgia.
Puluhan orang yang menanggapi panggilan di media sosial, juga mulai berkumpul di landmark Atomium di Brussels.
“Kami mengingatkan Anda, bahwa tidak ada izin untuk datang dan berdemonstrasi pada Ahad ini,” kata polisi Brussels dalam suatu cuitan.




























