Ilustrasi – Pasukan keamanan dengan membawa senjata berdiri di jalan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, (4/3/2021). ANTARA/REUTERS / Stringer/pri.

ZNEW.ID, JAKARTA – Kerap dituding sebagai pendukung utama junta militer Myanmar dalam melakukan kudeta pada 1 Februari lalu, China akhirnya mengecam keras ketegangan di negara Asia Tenggara tersebut. Dalam pertemuan dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), China memberikan pernyataan keras terhadap militer Myanmar.

Duta Besar China untuk PBB menyerukan ‘penurunan ketegangan’ dalam krisis Myanmar. “Sekarang saatnya de-eskalasi. Saatnya diplomasi. Saatnya dialog,” tegas perwakilan China Zhang Jun dikutip dari AFP, Kamis (11/3/2021).

Pernyataannya disampaikan setelah Dewan Keamanan PBB setuju untuk mengutuk aksi represif militer Myanmar, yang kerap disebut Tatmadaw, dalam menangani unjuk rasa anti kudeta. China termasuk salah satu dari 15 anggota dewan.

Demonstran yang damai ditangani dengan kekerasan oleh aparat, tak jarang dengan tembakan senjata, karena di klaim kelompok huru-hara. Setidaknya sudah 60 lebih nyawa pengunjuk rasa melayang, dalam demo yang sudah dilakukan sejak Aung Sang Suu Kyi dikudeta 1 Februari.

“China telah berpartisipasi dalam (pernyataan) negosiasi secara konstruktif,” kata Zhang.

“Penting agar anggota Dewan berbicara dalam satu suara. Kami berharap pesan Dewan akan kondusif untuk meredakan situasi di Myanmar,” tegasnya lagi.

“Kebijakan persahabatan China terhadap Myanmar adalah untuk semua rakyat Myanmar. China siap untuk terlibat dan berkomunikasi dengan pihak terkait, dan memainkan peran konstruktif dalam meredakan situasi saat ini.”

 

Editor: Dhany

LEAVE A REPLY