Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa untuk daerah pedalaman Mentawai mengadakan pelatihan perdana pembuatan tahu, tempe, dan minuman sari kedelai di Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Selasa (25/7/2023). (Foto: DD Singgalang)

ZNEWS.ID MENTAWAI – Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa untuk daerah pedalaman Mentawai mengadakan pelatihan perdana pembuatan tahu, tempe, dan minuman sari kedelai di Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Selasa (25/7/2023).

Pelatihan tersebut diikuti anak-anak Masrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tubeket serta beberapa orang majelis guru.

Ustaz Angga, Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa, mengatakan bahwa ada sekitar 10 orang siswa dari kelas 1-3. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan pengolahan kacang kedelai.

“Mereka tampak senang mengikuti pelatihan ini dan menjadi tambahan kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa untuk daerah pedalaman Mentawai mengadakan pelatihan perdana pembuatan tahu, tempe, dan minuman sari kedelai di Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Selasa (25/7/2023). (Foto: DD Singgalang)

Diketahui, angka stunting di Mentawai per Juni 2023 mencapai 1.026 anak (Sumber: padek.jawapos.com). Mengamati kondisi ini, kegiatan pelatihan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko anak terkena stunting.

“Pasalnya, mengonsumsi olahan dari kacang kedelai ini sangat baik bagi pertumbuhan anak,” terang Angga.

Tak hanya para siswa, Majelis Guru MIS Tubeket Bumi Sikerei juga sangat antusias dan senang mengikuti pelatihan tersebut.

“Rasa susu kedelai ini rasanya enak, ya. s
Sehat dan disarankan untuk kita konsumsi rutin,” ucap Simarti, salah satu guru MIS Tubeket.

Oleh: Khairul Nasri

LEAVE A REPLY