DMC Dompet Dhuafa turut memeriahkan Hari Bumi Sedunia di Komplek Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Nanggulan, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai Kamis (21/4/2022) hingga Jumat (22/4/2022). (Foto: DMC DD)

Hari kedua diawali dengan praktik pertanian berkelanjutan melalui pembuatan raise bed. Raise bed berfungsi sebagai praktik tanpa olah tanah yang memastikan kelestarian keseimbangan tanah dan kesuburan jangka tanah.

Secara sederhana, raise bed dibuat dengan membuat bedengan yang berisikan tanah, daun kering, dan bonggol pisang.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kado Lebaran untuk 30 anak Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan. Dan, ditutup dengan kajian hadis hijau yang dihadiri lintas komunitas masyarakat Nanggulan.

DMC Dompet Dhuafa turut memeriahkan Hari Bumi Sedunia di Komplek Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Nanggulan, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai Kamis (21/4/2022) hingga Jumat (22/4/2022). (Foto: DMC DD)

Bertepatan dengan Ramadan, aksi kali ini juga akan menjadi momentum untuk melatih hawa nafsu manusia agar dapat terkendali dan terhindar dari keserakahan. Serta, segala perbuatan yang munkar, termasuk merusak alam.

Oleh karena itu, Kader Hijau Muhammadiyah (KHM), akan berkooperasi dengan Lembaga Kesejahteraan Anak Panti Asuhan (LKSA PA) Muhammadiyah Nanggulan, Greenpeace Indonesia, Ummah for Earth Project, Greenfaith, Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa, dan Bringin, menyelenggarakan agenda Hari Bumi bertajuk Ramadan for Earth: Ramadan Seru, Bersama Merawat Bumi di Bulan yang Suci.

Keputusan mengadakan kegiatan di lokasi ini didasari karena potensi agribisnis yang strategis seperti: budidaya ikan lele, hidroponik, padi, tebu, lidah buaya, dan papaya. Akan tetapi, di beberapa titik masih belum menjadi lahan produktif dan tingkat partisipasi warga lokal yang masih minim.

“Bagi kami, keterlibatan anak-anak muda untuk bertanam secara bersama di komplek agribisnis kami adalah kegiatan yang kami tunggu-tunggu. Terlebih, ada kajian tentang 40 hadis hijau. Di kampung kami, selama ini belum pernah ada kajian yang khusus bertema lingkungan. Nanti akan ada sekitar 150 AMM Nanggulan yang siap meramaikan kegiatan ini,” jelas Fatimah, selaku perwakilan masyarakat Nanggulan. (DMC DD)

LEAVE A REPLY