
Endhy menjelaskan bahwa seiring dengan meningkatnya volume dan traffic internet di Indonesia, kasus insiden siber juga ikut meningkat.
“Kami mencatat 1,6 miliar jumlah anomali atau serangan siber yang kita pantau di tahun 2021, atau meningkat 3 kali lipat dari 2020. Kasus insiden siber juga sebanyak 2.885 laporan di tahun lalu,” ungkapnya.
“Risiko paling tinggi di sektor keuangan. Fintech merupakan salah satu industri yang menjadi target utama pelaku kriminal,” ujarnya menambahkan.
Endhy berharap, andil berbagai pihak termasuk pemerintah, penyedia layanan teknologi, dan asosiasi dapat bekerja sama untuk melindungi konsumen sambil meningkatkan inklusi keuangan nasional.
“Bicara inovasi pasti lekat dengan digitalisasi. Inovasi dan terobosan baru tidak bisa dimungkiri, tapi, bagaimana caranya kita menjaga keseimbangan inovasi teknologi tersebut dengan perlindungan konsumen dan security yang harus kita jaga,” tuturnya.





























