Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Shutterstock)

Lebih lanjut, Ratno mengatakan bahwa baterai ion litium memiliki aplikasi yang sangat luas, terutama untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

“Aplikasi ini menuntut berbagai kinerja baterai seperti ringan, ukuran kecil, biaya rendah, aman, dan andal,” ujarnya.

“Teknologi utama dari baterai ini termasuk material, manufaktur, dan sistem manajemen baterai. Namun, teknologi material memiliki peran paling penting,” imbuhnya.

Oleh karena itu, BRIN, khususnya Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, menaruh perhatian pada riset material dari hulu hingga hilir. Dari teknologi penambangan, sintesis prekursor, bahan aktif, hingga proses daur ulang.

“Kami akan fokus pada riset untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal seperti nikel sebagai bahan baterai melalui proses yang ramah lingkungan dan hemat biaya,” tutur Ratno.

LEAVE A REPLY