JAKARTA, ZNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini dilakukan seiring masuknya sejumlah daerah ke fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan percepatan huntara menjadi kebutuhan mendesak pada fase pemulihan awal agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.
Karena itu, BNPB mendorong dukungan penuh dari TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, serta lembaga terkait lainnya.
“Dengan dukungan lintas sektor, satu unit huntara dapat dibangun dalam waktu sekitar tiga hari. Namun di lapangan masih ada tantangan, terutama kesiapan lahan dan administrasi,” ujar Raditya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, pembangunan huntara telah mulai dilakukan di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie, dan akan terus diperluas ke wilayah terdampak lainnya. BNPB juga menyiapkan contoh hunian sementara yang layak sebagai model yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah maupun lembaga non-pemerintah.
Model huntara tersebut diharapkan menjadi acuan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pemulihan pascabencana, termasuk organisasi kemanusiaan yang turut membangun hunian bagi warga terdampak.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan sejumlah kabupaten dan kota terdampak bencana telah menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan. Daerah tersebut antara lain Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Besar, Padangsidimpuan, Padang Panjang, dan Mandailing Natal.
Penetapan status transisi darurat ini ditandai dengan dimulainya pembangunan huntara dan hunian tetap di berbagai lokasi terdampak bencana.





























