Calon presiden dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden (REUTERS/Bastiaan Slabbers/pras/djo)

WASHINGTON –  Penghitungan suara yang ketat antara petahana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan rivalnya Joe Biden dalam persaingan menuju Gedung Putih, belum mendapat hasil konkrit.

Pemilu pemilihan Presiden AS 2020 ini disebut-sebut yang terbesar sepanjang sejarah, dengan tingkat partisipasi terbesar.

Para pemuda, khususnya pemilih dengan kulit berwarna juga nampak lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Mereka menadi bagian yang signifikan dalam menyumbang suara untuk kandidat Demokrat Joe Biden.

“Suara generasi muda Georgia, tertinggi dari semua negara bagian dalam data yang kami miliki, hampir sama dengan persentase pemilih muda yang memenuhi syarat di daerah pemilihan,” kata Center for Information and Research on Civic Learning and Engagement (CIRCLE) pada Tufts University di Medford, Massachusetts.

CIRCLE memaparkan pemilih muda kulit berwarna merupakan bagian dari meningkatnya antusiasme di antara mereka yang berusia 18 hingga 29 tahun.

CIRCLE melaporkan pemilih muda kulit berwarna itu lebih cenderung mendukung mantan wakil presiden Biden, sementara yang berkulit putih lebih banyak beri dukungan kepada Presiden Donald Trump.

Lembaga itu menjelaskan, misalnya, 71 persen pemuda Latin di Arizona menyatakan pilihan suara bagi Biden dibanding 54 persen dari pemilih berkulit putih yang memilih Biden.

LEAVE A REPLY