Duha Muslimwear berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa menggelar kegiatan berbagi di Panti Asuhan dan Pondok Tahfiz Al Quran Alhayya (Yayasan Alhayya), Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/4/2024), membagikan 50 paket Kado School Kit dan santunan kepada anak yatim dan duafa. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID DEPOK – Binar bahagia terpancar dari wajah puluhan anak yatim dan dhuafa yang tengah menunggu kedatangan Tim Dompet Dhuafa pada Sabtu (20/4/2024) pagi. Mereka tak mampu membendung kebahagiaan untuk bisa bersilaturahmi setelah Idulfitri 1445 H.

Dua pekan setelah Ramadan, Duha Muslimwear tetap berkomitmen pada program-program kebaikan dengan berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa menggelar kegiatan berbagi di Panti Asuhan dan Pondok Tahfiz Al Quran Alhayya (Yayasan Alhayya), Depok.

Pada kesempatan tersebut, Duha Muslimwear dan Dompet Dhuafa membagikan 50 paket Kado School Kit dan santunan kepada anak yatim dan duafa.

Setiap kado yang dibungkus dengan bingkisan menarik itu berisi perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan alat tulis. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis mereka, tetapi juga untuk menginspirasi semangat belajar yang tinggi di antara anak-anak tersebut.

Muhammad Alwi Mugni (12), salah satu penerima manfaat Program Kado untuk Yatim dan Duafa dari Duha Muslimwear. (Foto: Dompet Dhuafa)

Kebahagiaan itu dirasakan Muhammad Alwi Mugni (12), yang saat ini tengah duduk di bangku kelas 5 SD. Ia mengungkapkan bahwa kado yang diberikan oleh Duha Muslimwear dan Dompet Dhuafa sangat berguna untuk mendukung kegiatan belajarnya di sekolah.

“Alwi senang dapat hadiah. Isinya ada tas, pulpen, sama peralatan sekolah. Barang-barangnya mau dipakai semua. Yang paling aku mau pakai itu pulpen sama penggaris, karena sudah mulai gambar kubus (salah satu materi pada bab Bangun Ruang, Matematika). Terima kasih Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear, ini barang-barangnya bisa dipakai buat sekolah,” ungkap Alwi antusias, sambil menunjukkan kadonya kepada Tim Dompet Dhuafa.

Namun, di tengah kebahagiaannya, Alwi berusaha menahan tangisnya saat ia berbicara tentang keluarganya. Terutama saat bicara soal ibunya yang sedang sakit, karena malpraktik saat berobat.

“Sudah keluar dari kerjaannya karena sakit. Katanya salah ngasih obat. Sekarang ada di rumah belum sembuh. Dulu waktu sebelum dibawa ke rumah sakit matanya nggak bisa ngelihat, nggak bisa kebuka, terus di sekitar muka itu menghitam gara-gara salah ngasih obat, jadi kaya gitu,” terang Alwi.

BACA JUGA  5 Prioritas agar Wakaf dan Sedekah Sempurna

LEAVE A REPLY