Berkat kebaikan Donatur Dompet Dhuafa, Elsa bisa melanjutkan mimpinya, tunggakan yang masih tersisa berhasil ditebus oleh Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), Jumat (19/1/2024), lewat Program Tebus Ijazah. (Foto: LPM DD)

ZNEWS.ID DEPOK – Program tebus ijazah dari LPM Dompet Dhuafa menjadi harapan masa depan bagi Elsa (19). Sebelumnya, bagai burung yang terperangkap dalam sangkar, itulah yang dirasakan Elsa. Ia ingin terbang bebas menuju impian, namun, malah terkungkung kenyataan yang tak kenal belas.

Pemilik nama lengkap Elsa Nur Syekha itu merupakan lulusan SMK Assalamah, Depok, Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Ia terpaksa menghadapi tantangan serius terkait ekonomi yang menghambat langkahnya untuk langsung terjun ke dunia kerja selepas lulus SMA.

Keterbatasan ekonomi berdampak pada ijazahnya yang tertahan. Hal ini menghambat Elsa untuk mewujudkan impian. Ijazahnya tertahan karena terkendala pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan uang ujian.

Setelah lulus SMA, tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk menjajaki dunia kerja langsung. Selain karena keterbatasan ekonomi, pilihan ini diminati juga karena bisa membantu seseorang untuk menggali potensi dan mengeksplorasi minat serta bakat dirinya dalam berbagai profesi. Langkah ini sering kali menjadi awal dari perjalanan menuju kemandirian finansial dan pengembangan karier.

Namun, hal tersebut tak bisa dirasakan Elsa selepas menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Kreativitas dan potensinya seakan terhenti oleh beban finansial yang mengunci peluang.

Usai lulus SMA, tepatnya pada Juli 2023, Elsa harus berjibaku melawan kerasnya tuntutan ekonomi demi menyambung hidup dan menebus ijazah agar mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

“Susah, selama ini saya kesulitan untuk ngelamar kerja karena gak ada ijazah,” ujar Elsa.

Meski tertatih, semangat dalam hati Elsa terus mencari bayangan mimpi, mengharap suatu saat bisa merdeka dari masalah ekonomi yang membelenggu. Dengan bermodalkan SKL (Surat Keterangan Lulus), ia mencoba kerja freelance sebagai penjaga toko di salah satu pusat perbelanjaan di Depok.

“Dari bulan Juli sampai sekarang, paling saya freelance sambil cari-cari kerja saja di salah satu pusat perbelanjaan di Depok. Jaga toko,” katanya.

LEAVE A REPLY