
ZNEWS.ID PURWOKERTO – Jasman (55), merupakan warga tidak mampu yang tinggal di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ia tinggal satu atap bersama istri, Wartinah (49), tiga anak dan menantu, serta tiga cucu yang total berjumlah sebelas orang.
Penghasilan para kepala keluarga yang tinggal dalam satu rumah ini tidak mencukupi untuk sekadar sehat dan layak. Penghasilan Jasman sebagai pedagang mie ayam dan warung kecil hanya cukup untuk hidup harian. Belum lagi jeratan utang.
Jangankan memikirkan jamban yang sehat dan layak. Sumur tua yang ada di rumahnya sampai ditumbuhi rumput liar. Airnya juga keruh karena tanah mudah logsor ke dasar sumur. Belum lagi, pembuatan septictank yang asal-asalan.
“Sudah pernah disurvei beberapa kali, entah oleh pihak mana saja, tapi belum ada realisasi,” kata Jasman.

Padahal, sanitasi buruk dapat mengakibatkan banyak penyakit. Diare, typus, dan lainnya. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 827 ribu orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal setiap tahunnya karena air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai. Angka ini mewakili sekitar 60 persen dari total kematian akibat diare.
Di Desa Karangcegak, Kabupaten Banyumas, angka capaian bebas buang air besar sembarangan (BABS) hanya sekitar 53,1% (diolah dari data Puskesmas Tahun 2019). Salah satunya adalah keluarga Jasman. Tinggal dengan belasan anggota keluarga dengan sanitasi yang tidak layak dan sehat.
Melalui program Sedekah Jamban Sehat Komunal, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng terus mengupayakan bantuan jamban komunal bagi kelompok masyarakat dengan sanitasi buruk.
Sanitasi juga merupakan tujuan nomor 6 pada era Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu untuk memastikan akses universal air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Perwujudan upaya tersebut dilaksanakan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Program STBM terdiri dari 5 pilar, yaitu stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan makanan dan minuman, pengamanan sampah serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Dari kelima pilar tersebut, pilar pertama, yaitu Stop BABS merupakan pilar utama yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Karena, masalah tersebut menyangkut masalah kesehatan lingkungan yang akan berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan juga lingkugan.
Bagi sahabat baik yang ingin mendukung dan membantu ribuan keluarga memiliki jamban sehat. Bisa melalui sedekah Jamban Sehat:
BNI Syariah 33.11.55.77.29
Mandiri 135.000.999.6875
BCA 009.535.947.2
An Yys Dompet Dhuafa Republika
Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. (0281) 632543
WA. +62 811-2890-287
*Cantumkan kode unik 20 diakhir nominal donasi contoh Rp.100.020
Editor: Agus Wahyudi



























