
Tahapan selanjutnya yaitu Listen, dilakukan dengan mendengarkan aktif, hadir untuk siswa, berusaha mengerti dan memahami siswa.
Tahap ketiga yakni Link, menghubungkan siswa dengan orang atau pihak lain sesuai dengan kebutuhannya. Bila siswa membutuhkan penanganan medis dapat dirujuk ke dokter.
Bila siswa membutuhkan konseling lebih lanjut bisa dirujuk ke konselor atau psikolog. Bila sudah ada gangguan psikologis yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut bisa dirujuk ke psikiater.
“Saat Listen hindari terlalu cepat memberikan nasehat, solusi dan saran pada siswa. Berusahalah untuk hadir sepenuhnya, dengarkan secara aktif, terima dan pahami perasaan siswa agar siswa merasa nyaman untuk bercerita, merasa dipahami dan dimengerti,” kata Lita, dikutip dari Antara, Kamis (10/3/2022).
Lita memberi catatan penting yang tidak boleh dilakukan guru saat DPA, yaitu terlalu cepat memberi nasehat, melabel siswa, meremehkan permasalahannya, serta menyalahkan siswa.
Selain itu, Lita mengingatkan para guru untuk juga memperhatikan kesejahteraan dirinya dengan secara rutin melakukan self-care dan manajemen stres agar terhindari dari stress, burn out, dan compassion fatigue, sehingga tetap dapat memberikan dukungan secara optimal.




























