JAKARTA, ZNEWS.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ratusan ribu pelajar di Indonesia mengalami gejala depresi dan kecemasan berdasarkan evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Asnawi Abdullah, mengatakan dari 27 juta penduduk yang menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa, angka gejala depresi dan kecemasan pada anak remaja tercatat lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia.
Data Kemenkes menunjukkan sebanyak 363.326 pelajar atau 4,8 persen mengalami gejala depresi, sementara 338.316 pelajar atau 4,4 persen mengalami gejala kecemasan. Adapun pada kelompok dewasa dan lansia, gejala depresi tercatat pada 174.579 orang atau 0,9 persen, serta gejala kecemasan pada 153.903 orang atau 0,8 persen.
Asnawi menjelaskan, melalui CKG pemerintah dapat melakukan deteksi dini terhadap persoalan kesehatan mental, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi memburuk. Selama ini, gangguan mental akibat stres, depresi, maupun kecemasan kerap baru diketahui setelah memasuki tahap yang lebih serius.
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam membantu proses identifikasi awal di sekolah, terutama bagi pelajar yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental. Salah satu faktor utama yang memicu gejala depresi pada pelajar adalah tingginya tuntutan prestasi.
Untuk memperluas jangkauan pemeriksaan, Kemenkes menaikkan target peserta CKG pada 2026 menjadi 50 juta pelajar, meningkat dari 25 juta pelajar pada tahun sebelumnya.
Langkah ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan menjaga kesehatan mental anak hingga dewasa.




























