“Ia meminta militer Myanmar dan polisi memastikan hak berkumpul secara damai dihormati secara penuh dan para demonstran tidak menjadi sasaran pembalasan. Berbagai laporan mengenai berlanjutnya kekerasan, intimidasi dan gangguan oleh aparat keamanan sama sekali tidak dapat diterima.” tambahnya.

Dalam suatu pernyataan bersama, para duta besar untuk Myanmar dari AS, Kanada dan 12 negara anggota Uni Eropa juga mengecam interupsi komunikasi oleh militer dan menyatakan dukungan mereka bagi rakyat Myanmar, dengan menyatakan “dunia mengawasi.”

“Kami meminta pasukan keamanan untuk menahan diri dari tindak kekerasan terhadap demonstran dan warga sipil, yang memprotes penggulingan pemerintah sah mereka,” kata para duta besar itu Minggu, 14 Februari 2021, malam. “Kami dengan tegas mengutuk penahanan dan penangkapan yang terus berlangsung terhadap para pemimpin politik, aktivis masyarakat madani, dan pegawai negeri, serta gangguan terhadap jurnalis.”

Para demonstran pada hari Ahad lalu di sebuah pembangkit listrik di negara bagian Kachin, Myanmar Utara, dihadapkan dengan tembakan senjata api oleh pasukan keamanan. Rekaman video mengenai protes itu menunjukkan para anggota militer melepaskan tembakan ke arah massa untuk membubarkan mereka, tetapi tidak jelas apakah yang ditembakkan adalah peluru karet atau peluru tajam.

 

Editor: Dhany

Sumber: voa

LEAVE A REPLY