
Oleh: Joni Iskandar (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Universitas Sriwijaya)
ZNEWS.ID JAKARTA – Apa yang ada dibenakmu ketika mendengar kata anak desa? Ya, kalian punya definisi sendiri, ya. Anak desa bagiku, mereka yang takut bermimpi besar. Itu pernah aku alami sendiri.
Ceritanya panjang, tapi aku berusaha menceritakannya singkat dan jelas, bukan kayak hubungan orang-orang, lama tapi gak jelas. Hehehe.
Gini, aku anak desa yang waktu kecil gak pernah kepikiran mau kuliah, bahkan dengan definisi mimpi saja aku gak tahu. Sekolah itu caraku menghindari diri buat diajak ke ladang dan ke kebun.
Durhaka banget aku dulu, ya? Jangan dicontoh! Ini perbuatan gak baik. Rapor SD aku itu banyak tulisan pakai pena merahnya. Karena, nilainya rendah.
Aku santai saja dulu, apa yang aku mau selalu dituruti sama bapak. Terlalu dimanja membuat aku terlena.
Singkat cerita, kebiasaan buruk itu masih tetap berlanjut sampai aku SMP. Hampir lima SMP yang aku rasakan dengan permasalahan yang berbeda-beda.
Waktu kelas dua SMP, orang tuaku bangkrut. Waktu itu, aku benaran merasakan hidup pada kondisi tersulit.





























