Ilustrasi Pengembangan Produk Alam sebagai Bahan Baku Obat. (Foto: jamunaturalliving.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversitas dengan keanekaragaman hayati tumbuhan dan laut beserta dukungannya dengan kebijakan baru dalam transformasi kesehatan, khususnya pilar kesehatan ketahanan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah mendorong penelitian pengembangan bahan baku obat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Kepala Pusat Riset Bahan Obat dan Obat­ Tradisional (PRBBOOT), Organisasi Riset dan Kesehatan BRIN, Yuli Widiyastuti, mengungkapkan bahwa dalam dua dekade terakhir, upaya penemuan obat telah menghabiskan jutaan dolar melalui penyaringan throughput tinggi yang menghasilkan hanya beberapa obat yang dipatenkan.

“Saat ini, teknologi kemajuan di bidang penelitian pengembangan obat berkembang sangat pesat, hal ini memungkinkan pemilihan molekul buatan dengan target protein yang jelas, sehingga akan sangat menghemat biaya,” ungkap Yuli, dilansir dari laman resmi BRIN.

Yuli menyampaikan bahwa penemuan senyawa baru masih diperlukan untuk mengantisipasi kemunculan penyakit-penyakit baru, termasuk penyakit yang muncul kembali dan membutuhkan obat baru.

“Kami percaya bahwa alam adalah sumber senyawa kimia dari semua obat dan Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya adalah pabrik kimia terbesar di dunia,” tuturnya.

Peneliti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Muhammad Hanafi, menerangkan tentang proses penemuan dan pengembangan obat-obatan dari produk alami sebagai bahan baku obat.

LEAVE A REPLY