Dompet Dhuafa Bali mengadakan Roadshow Pelatihan Pemulasaraan Jenazah untuk masyarakat muslim yang ada di Bali, 3-6 Agustus 2022. (Foto: DD Bali)

ZNEWS.ID BULELENG – Saat ini peran seorang amil jenazah di tengah-tengah masyarakat kerap dipandang sebelah mata. Padahal, kemampuan untuk pemulasaraan jenazah dari mulai memandikan hingga memakamkan sesuai dengan ketentuan syariat Islam tidak dimiliki semua orang.

Melihat kemampuan dalam pemulasaraan jenazah sangat penting di masyarakat, Dompet Dhuafa Bali berinisiatif mengadakan Roadshow Pelatihan Pemulasaraan Jenazah untuk masyarakat muslim yang ada di Bali. Roadshow tersebut diadakan pada 3-6 Agustus 2022 bertempat di empat lokasi.

Beberapa lokasi yang dijadikan titik pelatihan di antaranya Masjid Al Iman Kampung Baru, Masjid Jamik Singaraja, Masjid Jamik Safiinatus Salam, dan Musala Quratta A’yun Denpasar. Pelatihan Pemulasaraan Jenazah berkolaboraksi dengan Tim Barzah Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa Bali mengadakan Roadshow Pelatihan Pemulasaraan Jenazah untuk masyarakat muslim yang ada di Bali, 3-6 Agustus 2022. (Foto: DD Bali)

“Roadshow Pelatihan Pemulasaraan Jenazah ini kami adakan di area Buleleng dan Denpasar, karena tinggi nya permintaan masyarakat muslim terutama diarea Buleleng,” ujar Fadly Hassan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali.

Pelatihan ini berhasil mendapatkan perhatian tinggi dari masyarakat dengan menghadirkan Ustaz Madroi SSosI selaku Kabid Barzah Dompet Dhuafa.

Madroi mengatakan, selama ini, dalam pemulasaraan jenazah, masyarakat kerap kali dibingungkan untuk membedakan mana yang menjadi rukun wajib dalam syari atau tradisi lokal setempat.

Dompet Dhuafa Bali mengadakan Roadshow Pelatihan Pemulasaraan Jenazah untuk masyarakat muslim yang ada di Bali, 3-6 Agustus 2022. (Foto: DD Bali)

Permasalahan ini, kata dia, dikhawatirkan menjadi sebab munculnya perselisihan di masyarakat tentang bagaimana pemulasaraan jenazah yang baik dan benar.

“Tujuan dari diadakan kegiatan pelatihan ini adalah untuk membangun pemahaman agar masyarakat tidak lagi merasa takut dan kesulitan dalam menangani jenazah,” kata Madroi.

“Selain itu, yang terpenting kami ingin membangun kepedulian di masyarakat untuk mau membantu dalam mengurus jenazah di lingkungan tempat tinggal mereka. Semoga masyarakat dapat memberikan keahlian dan keilmuannya untuk terjun di masyarakat, terutama bagi yang sedang membutuhkan penanganan pemulasaraan jenazah di sekitarnya,” imbuhnya. (DD Bali)

LEAVE A REPLY