Posko bantuan logistik makanan dan minuman hangat yang disiapkan tim Dompet Dhuafa untuk penyintas banjir, aparat, serta relawan di Denpasar, Bali. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID DENPASAR – Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan ribuan paket makanan siap saji serta membuka dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali, Muhammad Fadli, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9/1025), menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan makanan dan minuman hangat bagi penyintas banjir, aparat, maupun relawan. Salah satunya melalui Pos Hangat yang berlokasi di Jalan Pura Demak, Denpasar.

“Ada 1.500 paket makanan yang kami salurkan bersama Aliansi Muslim Bali dan membuka Pos Hangat untuk warga. Di Pura Demak pada Kamis (11/9/2025), ketinggian air sampai lutut, bahkan ada lokasi yang mencapai dada saat kejadian,” kata Fadli.

Selain di Pura Demak, tim juga menyalurkan 50 paket makanan di kawasan Jalan Ahmad Yani atau Kampung Jawa, serta 355 paket makanan di daerah Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Tak hanya distribusi makanan, relawan juga dilibatkan untuk membersihkan dua bangunan yang roboh akibat banjir di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, sekaligus mencatat kebutuhan mendesak masyarakat, seperti tenda, terpal, selimut, makanan tambahan, perlengkapan bayi, penerangan, hingga obat-obatan.

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Al Quds, menegaskan pihaknya akan tetap mendampingi warga terdampak melalui layanan dapur umum dan pos darurat meski sebagian besar genangan sudah mulai surut.

“Kami memastikan bantuan terus hadir untuk warga hingga situasi benar-benar pulih,” ujarnya.

Banjir yang melanda wilayah Kota Denpasar, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Karangasem, dan Badung dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi, yang diperparah fenomena gelombang ekuatorial Rossby lebih dari 24 jam sejak Selasa (9/9/2025) pagi. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang turun mencapai 385 milimeter, setara dengan akumulasi hujan selama sebulan penuh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis (11/9/2025) malam, terdapat 16 korban meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan 562 warga mengungsi di berbagai titik pengungsian sementara yang memanfaatkan fasilitas umum seperti sekolah dan balai desa.

LEAVE A REPLY