Ilustrasi Ramadan. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Menyambut Ramadan dengan gembira merupakan ekspresi yang lazim bagi umat muslim di seluruh dunia. Ada banyak sekali keistimewaaan di bulan ini, karena Allah memberikan banyak keutamaan kepada hamba-hambanya, seperti ampunan, keberkahan, limpahan kebaikan, dan lain sebagainya.

Ramadan semakin berjalan dengan cepat, waktu yang berlalu tidak mungkin akan kembali. Namun, yang menjadi pertanyaanya adalah, sudahkah kita menyambut Ramadan dengan gembira baik lahir maupun batin?

Jangan-jangan, saat Syakban lalu kita terlalu sibuk dengan urusan dunia dan lalai akan kemuliaan bulan ini. Ekspresi gembira dalam menyambut bulan mulia ternyata telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad sejak dahulu kala.

Hadis Anjuran untuk Sambut Ramadan

Sambut Ramadan 1442 Hijriah, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menggelar kampanye zakat dan Tarhib Ramadan di kawasan CFD Jl Boulevard, Panakukkang, Kota Makassar, Minggu (11/4/2021). (Foto: DD Sulsel)

Dalam kitab Al-Musnad, Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, dia berkata:

كَانَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُبَشِرُ اَصْحَابَهُ بِقُدُوْمِ رَمَضَانَ يَقُوْلُ : ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

Artinya: “Rasulullah SAW Memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan Ramadan seraya beliau bersabda: ‘Telah datang keada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di Ramadan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”

Hadis ini jelas bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk bergembira dan saling ber-tahniah atau mengucapkan selamat menyambut kedatangan Ramadhan antarsesama muslim.

Selain itu, dalam kitab Almajmu  Imam Nawawi mencantumkan hadis yang berisi doa Nabi ketika melihat hilal saat Ramadhan. Hadis ini diriwayatkan Imam al-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah, dia berkata:

انَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلالَ قَالَ : ” اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ  وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ  رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammaad SAW ketika melihat hilal Ramadan, beliau berdoa: Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah).”

LEAVE A REPLY