Ilustrasi penyebab leher sering bermasalah saat WFH. (Foto: scripps.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Spesialis bedah ortopedi dan konsultan tulang belakang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Didik Librianto SpOT (K), mengatakan bahwa tren bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) selama pandemi telah meningkatkan kasus masalah tulang leher.

Didik memaparkan, tulang belakang manusia terdiri atas beberapa bagian, yaitu daerah servikal atau leher, thorakal atau punggung tengah, dan lumbar atau pinggang.

Pada masa WFH, banyak orang mengalami masalah di servikal dan lumbar karena daerah tersebut menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan tekanan saat seseorang terlalu lama diam dalam satu posisi yang sama.

“Daerah ini paling banyak mendapat pressure saat melakukan kegiatan WFH seperti kegiatan bersama komputer, presentasi, meeting. Banyak yang melakukan meeting hingga berjam-jam, setelah itu masih harus mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang-kadang tanpa istirahat,” papar Didik yang kini berpraktik di RS Pondok Indah itu dalam diskusi daring.

Dibandingkan dengan tulang lain, Didik mengatakan, tulang leher memiliki ukuran yang lebih kecil dan fleksibel, namun rentan akan stres berulang dan cedera ringan.

“Cedera ringan yang berulang ini lama-lama menyebabkan bantalan yang volumenya kecil menjadi mudah sekali cedera,” imbuh Didik, dikutip dari Antara, Minggu (23/1/2022).

Padahal, kata dia, tulang leher berperan penting sebagai penopang, pemberi postur tubuh, dan melindungi saraf.

LEAVE A REPLY