
ZNEWS.ID JAKARTA – Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia, Harya S Dillon PhD, mengatakan bahwa terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan pelaku pelayanan transportasi umum di kala dan setelah pandemi Corona, yaitu soal keamanan (kesehatan) dan integrasi antarmoda.
“Kita masih bertarung dengan pandemi, dan belum ada di garis finish. Setelah selesai, kita perlu kembalikan image transportasi publik sebagai moda yang aman, jangan sampai ada stigma bahwa transportasi umum menjadi (tempat) penularan penyakit,” kata Harya, dilansir dari Antara, Jumat (15/1/2021).
Lebih lanjut, Harya memaparkan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa masyarakat, terutama di Jabodetabek, masih menjadi favorit untuk mobilitas sehari-hari, baik sebelum, ketika, dan setelah pandemi bisa dikendalikan, atau bahkan berakhir.
Adapun beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut antara lain waktu tempuh yang lama jika menggunakan kendaraan pribadi, tidak praktis, dan jauhnya akses ke kendaraan umum.
Sehingga, menurut Harya, penting bagi pelaku pelayanan transportasi umum untuk terus memerhatikan protokol kesehatan demi memberikan rasa aman dan menunjang kenyamanan penggunanya.
“Perhatian untuk keamanan dan kesehatan adalah langkah yang baik dan perlu terus dikomunikasikan (pelaku) transportasi massal, terutama setelah vaksin,” kata Harya.
Karena, lanjutnya, mau tidak mau, perlu mengembalikan kapasitas (jumlah penumpang transportasi umum) ke 100 persen lagi seperti sebelum pandemi. Sehingga, rasa aman itu harus dipulihkan.





























