
ZNEWS.ID, JENEWA – Sejumlah badan bantuan PBB pada Jumat (20/11/2020) menyerukan agar gencatan senjata sementara segera dilaksanakan di Ethiopia.
Mereka juga mendesak pembentukan koridor kemanusiaan, yang akan memungkinkan akses ke warga sipil pasca dua pekan pertempuran.
“Penerapan segera gencatan senjata sementara diperlukan guna memungkinkan dibentuknya koridor kemanusiaan,” kata juru bicara Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Babar Baloch saat konferensi di Jenewa.
Badan bantuan PBB sedang mengupayakan dana sebesar 200 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal dan keperluan mendesak lainnya selama eksodus ke Sudan meningkat, di mana sekitar 200.000 pengungsi Ethiopia diperkirakan akan ke sana selama enam bulan.
Ratusan orang telah menjadi korban jiwa dan ribuan lainnya melarikan diri ke Sudan akibat konflik Tigray. Terdapat pula tuduhan kekejaman semenjak PM Abiy menerjunkan pasukan militer dua pekan lalu untuk melawan penguasa lokal yang menentang kekuasaannya.
Konflik bersenjata di Tigray, daerah pegunungan di Ethiopia bagian utara, telah memasuki minggu kedua dan sampai hari ini belum ada tanda-tanda pasukan dari kubu Barisan Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dan tentara Ethiopia meletakkan senjata.
Tuding Dirjen WHO
Sebelumnya Pejabat tinggi militer Ethiopia, Kamis, mencurigai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendukung dan mengupayakan bantuan senjata serta dukungan diplomatik kepada Barisan Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), partai politik terbesar di Tigray yang memimpin pemberontakan.




























