Ilustrasi Menghindari Perangkap Boba Factor di Tengah Kelesuan Ekonomi. (Foto: Instagram/@labubuofficial)

Oleh: Baratadewa Sakti Perdana (Praktisi Keuangan Keluarga dan Pendamping Keuangan Bisnis UMKM)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam 5 bulan terakhir, daya beli masyarakat Indonesia mengalami penurunan. Meski kondisi ekonomi melemah, perilaku konsumtif justru semakin menonjol. Tiket konser ludes terjual, gadget premium diburu, antrean panjang untuk produk seperti boneka Labubu hingga produk-produk mewah kecil yang sebenarnya tidak diperlukan tetap ramai dibeli.

Fenomena ini sering disebut sebagai “boba factor”, yakni istilah yang menggambarkan pola konsumsi impulsif untuk mencari pelarian dari tekanan ekonomi atau emosi, tanpa disadari oleh pelakunya.

Seperti meminum boba yang manis di awal tetapi menyisakan risiko kesehatan jangka panjang, boba factor menjelaskan perilaku konsumtif yang sekilas menyenangkan namun menyimpan potensi bahaya finansial bagi individu yang tidak menyadari dampaknya.

Belanja impulsif adalah perilaku membeli barang atau jasa tanpa perencanaan sebelumnya, sering kali terjadi oleh dorongan emosional sesaat. Perilaku ini dapat dipicu antara lain oleh promosi yang menggoda, pengaruh emosional seperti stres, kebahagiaan semu, dan rasa bosan.

Misalnya adalah perasaan gengsi atau khawatir tertinggal tren kekinian yang sering disebut FOMO dan YOLO yaitu pandangan bahwa hidup hanya sekali, sehingga memengaruhi seseorang untuk menikmati momen saat ini tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang.

Boba factor menonjol sebagai pola konsumsi impulsif di mana seseorang mengeluarkan uang untuk kepuasan sesaat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Banyak pelaku boba factor sering tidak menyadari bahwa kepuasan instan dari perilaku konsumtif ini dapat membawa konsekuensi serius bagi stabilitas finansial mereka.

Mirip dengan sensasi instan dari minuman manis, perilaku ini memberikan kepuasan sementara, tetapi mengarah pada risiko jangka panjang yang berpotensi membahayakan stabilitas keuangan.

LEAVE A REPLY