JAKARTA – Yayasan Masjid Al ikhlas (YMAI) bersama Dompet Dhuafa menghelat Temu KolaborAksi Untuk Palestina di Masjid Al Ikhlas Cipete, Jakarta Selatan,  Jumat (1/12/2023).

“Membangkitkan sense of humanity. Ini amatlah penting untuk kita. Ayo kita mulai perhatikan apa yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara kita di sana. Satukan langkah, butuh bersatu dan peduli agar lebih baik,” papar Ketua Umum YMAI, Bambang Wijayanto, dalam sambutannya.

Menyambut baik hal itu, Haryo Mojopahit turut menyampaikan bahwa sinergi solidaritas untuk Palestina ini dilakukan agar kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Gaza terus bergema di Tanah Air. Untuk itu, kita ingin menyuarakan.

“Setidaknya untuk jangka panjang ada dua hal yang dituju. Pertama, negara-negara sedang menormalisasi hubungan dengan Israel. Normalisasi ini mengesampingkan perjuangan rakyat Palestina. Kedua, negara-negara Eropa ditekan oleh masyarakatnya untuk membela Palestina. Mereka yang mendukung Israel, saat ini terusik akan aksi solidaritas ini,” jelas Haryo.

“Untuk jangka pendek, kita bantu Palestina dengan kebutuhan bantuan-bantuan darurat. Terima kasih, kami apresiasi untuk YMAI atas sinergi selama ini untuk sama-sama menguatkan ikatan kebaikan ini,” ucapnya.

Dalam Temu KolaborAksi ini, Arif Rahmadi selaku Chief of Disaster Management Center (DMC), sebagai salah satu delegasi Dompet Dhuafa-Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) di Mesir saat ini, turut menyampaikan laporan langsung terkait pengawalan distribusi bantuan untuk Palestina.

Meski bantuan mulai masuk ke Rafah, kata Arif, namun bantuan tersebut infonya menumpuk di wilayah Selatan dan sulit merata ke wilayah Utara. Kasusnya blokade bahan bakar oleh Israel.

“Info terakhir yang didapat hari ini, Israel mengakhiri gencatan senjata dan serangan udara dilancarkan kembali. Padahal info semalam, gencatan senjata akan ditambah dua hari lagi, tapi Israel kembali melanggar gencatan senjata ini,” tutur Arif.

“Bantuan yang masuk hanya 30 persen mencukupi kebutuhan warga Gaza. Saat ini kondisi di Gaza juga musim dingin hingga sekitar 15 derajat celcius. Saat ini empat fokus aspek bantuan adalah makanan, water sanitationhygine woman package, medis,” jelasnya lagi.

Arif menjelaskan, Dompet Dhuafa telah menyampaikan bantuan para donatur dan ikut melepas 11 truk bantuan dari Kairo ke Gaza. Total bantuan 176 ton, berupa makanan, medis, air, perlengkapan musim dingin. “Kami juga berupaya mempercepat bantuan masuk melalui koordinasi-koordinasi dengan pihak-pihak pemerintah dan KBRI di Mesir,” sebut Arif.

Rangkaian Temu KolaborAksi tersebut, ditutup dengan serah-terima donasi untuk Palestina senilai Rp103.630.528 dari YMAI melalui Dompet Dhuafa.