
2. Bisa Lompat 6 Kali Lipat dari Panjang Badannya
Selain pintar dalam hal membersihkan diri, kucing juga hewan yang pintar melakukan aktivitas fisik. Pada kucing-kucing yang sehat bisa melompat dengan jarak 6 kali lipat dari panjang badannya.
Misalnya, kucing dengan panjang 60 centimeter, artinya ia bisa melompat setinggi 360 centimeter. Fakta ini dilansir dari situs Cat Wisdom 101, yang menyebutkan lompatan tinggi itu berguna ketika anak bulu sedang mengikuti instingnya dalam misi berburu.
Biasanya, kucing berburu serangga atau hewan kecil yang bisa terbang seperti capung, kupu-kupu, hingga burung. Dengan melompat, kucing pun turut memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bisa mengekspresikan diri meski tinggal di dalam rumah.
Oleh karena itu, pawparents harus bisa mengakomodasikan waktu dan tempat atau ruang khusus untuk kucing agar bisa melatih kelincahan dan gerakan kucing kesayangan kamu.
3. Jadikan Kumisnya sebagai Sensor Ukur Jarak
Jika kamu memahami cara menyetir kendaraan, kamu pasti tahu betapa pentingnya kehadiran spion. Nah, sama halnya dengan manusia yang membutuhkan spion saat menyetir kendaraan untuk bermanuver, kucing juga membutuhkan kumisnya untuk melakukan mobilisasi dengan baik, khususnya siang hari.
“Kumis kucing itu istimewa. Kumis yang dimiliki kucing itu minimal seukuran lebar tubuhnya. Nah, itu digunakan mereka sebagai sensor untuk mengukur jarak atau bergerak khususnya di siang hari karena kalau siang hari pengelihatan mereka tidak bagus,” kata Dokter Hewan Novi Wulandari yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bertanggung jawab pada kebutuhan kucing, sebaiknya jangan memotong apalagi mencabut kumisnya agar kucing bisa tetap melakukan kegiatannya dengan lincah dan riang.





























