
ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam perjalanan kehidupan di dunia, setiap individu pasti menghadapi kondisi sakit. Bagi seorang hamba mukmin yang mengalami penyakit, terdapat hikmah tersembunyi sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar dalam kitab Al-Mawa’idzul ‘Ushfuriyyah (Semarang: Toha Putera Grup, tt), halaman 16.
Diceritakan oleh Abu Imamah Al-Bahili yang merujuk pada sabda Rasulullah, ketika seorang hamba mukmin sakit, Allah subhanahu wataala mengutus 4 malaikat, masing-masing dengan tugas yang berbeda.
Malaikat pertama diperintahkan untuk mengambil kekuatan tubuh, membuat hamba mukmin menjadi lemah tak berdaya. Kemudian, malaikat kedua diperintahkan untuk menghilangkan kenikmatan rasa di lidahnya, sehingga semua makanan terasa pahit.
Sementara itu, malaikat ketiga diutus untuk menghapus kecerahan wajah, membuat raut muka terlihat pucat. Malaikat terakhir diutus untuk mengambil semua dosa, sehingga hamba mukmin berada dalam keadaan suci dari dosa.
Ketika Allah menyembuhkan hamba mukmin yang sakit, malaikat-malaikat tersebut diperintahkan untuk mengembalikan kekuatan tubuh, kenikmatan rasa, dan kecerahan wajah. Namun, untuk malaikat yang mengambil dosa, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikannya.
Malaikat keempat ini kemudian bersujud dan berani bertanya kepada Allah, “Ya Allah, mengapa Engkau tidak memerintahkan aku untuk mengembalikan dosa-dosa ini kepada hamba-Mu?” Allah menjawab, “Tidak pantas bagi kemuliaan-Ku mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku menyulitkannya saat sakit.”
Kemudian malaikat bertanya lagi, “Ke mana sebaiknya aku simpan dosa-dosa ini, Ya Rabb?” Allah memerintahkan malaikat tersebut untuk membuangnya ke dalam lautan, di mana dosa-dosa itu diubah menjadi binatang buas laut, termasuk buaya.
Dengan demikian, saat pulih dari sakit, hamba mukmin menjadi bersih dari dosa, dan jika ajal menjemputnya, ia wafat dalam keadaan suci dari dosa.
Sumber: Kemenag




























