
ZNEWS.ID JAKARTA – Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memilki keutamaan yang sangat besar.
Di zaman dahulu, sebelum datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bulan ini bukanlah dinamakan Al-Muharram, tetapi dinamakan Shafar Al-Awwal. Sedangkan bulan Shafar dinamakan Shafar Ats-Tsani. Setelah datangnya Islam, bulan ini kemudian dinamakan Al-Muharram.
Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya waktu yang diharamkan. Untuk apa? Untuk menzalimi diri kita dan berbuat dosa
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu.” (QS At-Taubah: 36)
Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, serta Rajab yang terletak antara Jumada dan Syakban.” (HR Bukhari)
Qatadah rahimahullah pernah berkata:
“Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.” (Tafsir ibnu Abi hatim VI/1793)

























