MURATARA-Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (10/1/2024) sampai jumat ini masih berlangsung. Bahkan, ketinggian air kini telah mencapai 2 meter. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Iqbal Ali Syahbana mengatakan, banjir bandang di Muratara disebabkan hujan yang belum mereda sehingga Sungai Rawas dan Sungai Rupit yang menampung air, meluap. Luapan air itu kemudian terdorong hingga ke kampung-kampung dan menyebabkan rumah warga terendam.

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara yang mengakibatkan 8 jembatan gantung putus, pada Kamis (11/1/2024). Delapan jembatan tersebut yakni jembatan Gantung Desa Batu Gajah, jembatan Gantung Desa Sosokan, jembatan Gantung Desa Muara kuis Jembatan Gantung Dusun Kemang Desa Muara Kuis, Jembatan Gantung Dusun Desa Muara Kuis, jembatan Gantung Pulau Kidak, Jembatan Gantung Kelurahan Muara Kulam dan Jembatan Gantung Desa Karang Anyar.

Sebelumnya sebanyak 20.000 rumah warga terendam banjir pada Rabu (10/1/2024), dan setidaknya 6 lokasi yang terdampak parah banjir yakni berada di enam kecamatan Ulu Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

Namun saat ini, total rumah warga yang terendam telah menyusut menjadi 4.229 dengan rincian dua rumah rusak hanyut, delapan rumah rusak berat, 229 rusak ringan, dan 3.990 terendam.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Sudirman mengatakan banjir yang terjadi pada pagi hari ini telah berlangsung sejak Rabu (10/1/2024). Kondisi hujan dengan intensitas tinggi telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara yang menyebabkan debit air Sungai Rawas naik. Kata Sudirman dilansir dari halaman Suara.com.

 

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Jabar dan DMC Bantu Penanganan Pascalongsor di Purwakarta

LEAVE A REPLY