“Saya tidak menganggap diri saya sebagai pahlawan, walaupun semua orang bilang demikian,” kata Dovbyk selepas laga dikutip dari laman resmi UEFA.
“Saya baru sadar dari semua euforia tadi. Saya pikir malam ini tidak akan bisa tidur, ini akan jadi malam yang panjang,” ujarnya menambahkan.
Sementara penyerang tim nasional Swedia Dejan Kulusevski mengatakan ia dan rekan-rekannya merasakan kejamnya sepak bola saat didepak Ukraina.
“Seharusnya tidak berakhir seperti ini. Semalam saya bilang, ‘sepakbola itu kejam’, ketika menonton Prancis. Hari ini kami mengalami itu. Sepakbola memberi banyak hal, tapi merampas lebih banyak lagi,” kata Kulusevski kepada TV4 selepas laga dikutip dari UEFA.
“Kami menciptakan cukup peluang untuk menang di waktu normal. Saya sempat berharap kami bisa bertahan hingga adu penalti, tapi mereka mencetak gol di pengujung babak tambahan, rasanya seperti pisau yang menancap di ulu hati,” tandasnya.
Editor: Dhany
Sumber: Antara/uefa.com





























