JAKARTA – Pejabat senior Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang menyusun rencana untuk merelokasi sekitar setengah dari populasi Jalur Gaza yang terkepung, yaitu sekitar 1 juta warga Palestina, ke Libya.

Rencana ini juga mencakup tawaran AS untuk mencairkan miliaran dolar dana Libya yang dibekukan jika negara Afrika Utara tersebut setuju menampung warga Palestina yang mengungsi.

Trump sendiri telah mengemukakan idenya untuk menjadikan Gaza sebagai “zona kebebasan” dengan keterlibatan AS. Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan tersebut, menyebutnya “tidak benar”.

Rencana relokasi ini menghadapi tantangan besar, baik dari segi logistik maupun keuangan. Libya sendiri masih dalam proses pemulihan setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011 dan baru-baru ini mengalami bentrokan bersenjata di ibu kota Tripoli.

Sementara itu, masih belum ada kesepakatan final terkait rencana ini, dan pemerintah Israel diketahui telah memantau perkembangan pembicaraan tersebut.

LEAVE A REPLY