“Pertama karena air yang kotor, kedua ikan saling makan, dan ketiga ikan loncat dari ember. Jika ketiga hal ini bisa diatasi, mudah-mudahan ikan bisa di panen sesuai harapan,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah pertama, Rachmad menyarankan agar rutin mengganti air. Biasanya, ia melakukannya satu sampai dua kali dalam satu pekan.

“Terus supaya lebih mudah, saya buatkan kerangan air. Sehingga, air bisa dikurangi 30 persen, lalu ditambah dengan air yang baru. Itu saya lakukan setiap hari supaya air tetap bersih dan jernih,” ungkapnya.

Panen lele dari Budikdamber Program Kebun Pangan Keluarga Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih. (Foto: DD Sumsel)

Untuk mengatasi ikan lele saling bunuh atau saling makan, solusinya, kata dia, cuma satu, yaitu membuat ikan lele sekenyang mungkin.

“Jadi, dalam memberikan makan ikan lele harus teratur dan disiplin,” katanya.

Terakhir, untuk meminimalisasi ikan lele melompat dari ember, Rahmat menambahkan kawat. Selain ada tanaman kangkung di ember tersebut.

“Saya pasang kawat. Jadi, ikan tidak bisa melompat keluar. Nah, kalau kangkung, saya juga sudah panen. Bayam tidak lama lagi. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman lain yang mungkin ingin mencoba Budikdamber,” katanya.

Oleh: Zal
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY