Ilustrasi Toxic Parenting. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Dr Rose Mini Agoes Salim menyebut bahwa “toxic parenting” atau pola pengasuhan yang keliru menyebabkan renggangnya hubungan antara anak dengan orang tua. Serta, menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri saat dewasa.

Rose menjelaskan, renggangnya hubungan tersebut disebabkan sikap orang tua yang agresif, menekan, dan seolah paling mengerti atas anaknya. Namun  hal itu justru membuat sang buah hati menjadi cemas, takut, dan tidak percaya diri karena khawatir akan membuat kesalahan saat melakukan tindakan.

“Toxic parenting itu seperti orang tua yang lebih banyak memberikan tekanan kepada anak agar mau mengikuti apa yang diinginkan atau apa yang dikatakannya. Karena menurut mereka (orang tua) itu yang paling baik untuk anaknya,” kata Rose Mini dikutip dari Antara.

“Jadi, sebetulnya kontrol begitu kuat terhadap apa yang dilakukan anak dan orang tua seolah-olah hanya memikirkan yang terbaik dari sisinya, bukan dari sisi anak. Sehingga, anak tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rose menjelaskan bahwa anak yang mengalami toxic parenting berpotensi menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan penakut. Anak tersebut juga tidak mengetahui bahwa mereka memiliki potensi yang tersimpan di dalam dirinya.

Ketika sang anak dewasa, hal itu akan berdampak pada ketidakmampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dipilih atau ditekuni, karena terbiasa diarahkan dan diatur secara agresif oleh orang tua.

“Kemampuan bertanggung jawab juga jadi melemah atau kemungkinan apa yang dilakukan bukan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya, tapi karena takut pada orang tuanya saja,” katanya.

LEAVE A REPLY