Pemungutan suara pemilhan Presuden AS. (bbc.com)

ZNEWS.ID, WASHINGTON – Tim kampanye kandidat presiden petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (4/11/2020) waktu setempat mengatakan akan mengajukan gugatan di Negara Bagian Georgia agar area Chatham tidak menghitung surat-surat suara yang datang belakangan.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dibagikan oleh tim kampanye, tuntutan itu meminta hakim memerintahkan agar dewan pemilu Chatham mengamankan dan memisahkan surat suara yang diterima setelah pukul 19.00 pada hari pemungutan suara.

Tim kampanye Trump menyebut tuntutan tersebut diajukan setelah pihaknya menerima informasi bahwa surat suara yang datang belakangan telah tercampur dengan surat suara yang sah.

“Presiden Trump dan tim tengah berjuang demi kebaikan bangsa ini untuk menjunjung aturan hukum yang berlaku, dan hukum di Georgia juga sudah sangat jelas: untuk dihitung secara legal, surat suara harus diterima selambatnya pukul 7 malam pada hari pemungutan suara,” kata Wakil Manajer Tim Kampanye Trump, Justin Clark, dalam pernyataan.

Tim kampanye Trump juga telah melakukan langkah hukum berbeda-beda di sejumlah negara bagian yang krusial dalam penghitungan suara pemilu AS secara umum, menjelang hari pemungutan suara pada 3 November.

Tim juga meminta agar dapat mengintervensi kasus Mahkamah Agung AS mengenai penghitungan suara di Pennsylvania –negara bagian yang juga krusial dan masih melakukan penghitungan pada ratusan ribu surat suara yang dikirim melalui pos– soal apakah boleh diizinkan menerima surat suara yang dikirimkan pada Hari Pemilihan.

Tim kampanye Trump menyatakan bahwa mereka mengajukan tuntutan hukum di Michigan dan Pennsylvania untuk meminta penghentian penghitungan surat suara, dengan alasan para petugas di sana tidak memberikan akses yang adil ke lokasi penghitungan.

LEAVE A REPLY