Ilustrasi 5G. (Foto: rcrwireless.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kesiapan ekosistem, infrastruktur digital hingga spektrum masih menjadi tantangan utama Indonesia untuk mengadopsi teknologi 5G. Manager Network Master Plan Telkomsel, Harry Utama, mengatakan bahwa persiapan ekosistem dan spektrum untuk 5G masih dikaji oleh pemerintah bersama dengan para pelaku industri dan bisnis TIK.

“Tantangannya di antaranya adalah resource hingga spektrum. Bersama pemerintah, kami berupaya mengaji spektrum yang tepat untuk industri teknologi informasi komunikasi (TIK) seperti apa. Harapannya, ini bisa dilakukan bertahap agar (5G) punya kualitas maksimal dan bisa dirasakan manfaatnya secara utuh,” kata Harry dalam acara virtual “5G Myth Busting”, Selasa (9/3/2021).

Lebih lanjut, Harry mengatakan bahwa Telkomsel juga menyiapkan hardware, softaware, dan lainnya untuk 5G. Telkomsel, kata dia, juga bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder untuk dukung ekosistem digital yang lebih inklusif untuk Indonesia.

Harry kemudian memaparkan seperti apa kira-kira model bisnis dan inovasi operator seluler dalam adopsi teknologi 5G. Menurutnya, inovasi produk dan layanan nantinya akan berdasarkan kebutuhan pelanggan.

“Dengan itu, kita bisa memperkuat ekosistem digital di Indonesia dan mendukung produktivitas pelanggan, industri dan menyediakan solusi korporasi. Kami juga menggali kolaborasi untuk hadirkan solusi digital yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelas dia.

Dari sisi penyedia perangkat, Product Marketing Manager Samsung Mobile Samsung Electronics Indonesia, Taufiqul Furqan, mengatakan bahwa kesiapan gawai yang sesuai dengan teknologi 5G yang akan datang juga menjadi tantangan.

“Tantangan ini, untuk Samsung, kesiapan device sendiri sudah ready. Tapi memang, frekuensi untuk mendukung jaringan 5G di Indonesia adalah yang utama. Once itu sudah ditentukan, device-nya sudah bisa langsung digunakan. Tidak hanya sekadar siap 5G, tapi juga dari frekuensinya, supaya bisa dipakai dengan maksimal,” katanya.

LEAVE A REPLY