Ilustrasi pasien Covid-19. (Foto: SHUTTERSTOCK/namtipStudio)

ZNEWS.ID JAKARTA – Praktisi klinik, edukator pengamat kesehatan dan relawan Covid-19, dr Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan bahwa pasien Covid-19 bisa melepas masa isolasi atau dikatakan “sembuh” jika sudah 10 hari plus 3 hari gejala hilang.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada itu menjelaskan bahwa penetapan jumlah hari isolasi tersebut merupakan pedoman terbaru yang dipakai oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sedangkan untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Pertanyaannya, kalau gejalanya lima hari sudah hilang, terus PCR-nya negatif harus tetap karantina? Dia tetap harus nunggu sampai 10 terus ditambah 3 hari. Di hari ke-14, dia baru boleh selesai isolasi walaupun enggak pakai tes PCR lagi,” ujar Fajri dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).

Pedoman kesehatan yang dikeluarkan oleh CDC juga menyebutkan bahwa untuk mengakhiri masa isolasi tidak dibutuhkan lagi tes usap. Akan tetapi, idealnya seorang pasien Covid-19 harus berkonsultasi dulu kepada dokter, khususnya yang melakukan isolasi mandiri sebelum dinyatakan bebas virus Corona.

“Dasarnya kenapa enggak perlu dicek ulang, karena kalau udah lebih dari 14 hari, resiko penularannya itu kecil. CT value atau PCR positif bisa sampai 3 bulan kedepan,” kata Fajri.

“Kecuali ada gejala. Misalnya, hari ke-10 udah sembuh, eh, hari ke-15 batuk lagi, demam lagi, menggigil lagi, itu harus dicek. Boleh dicek ulang asal ada indikasinya, kalau normal-normal aja, ya, sudah,” katanya.

Menurut Fajri, yang menjadi permasalahan adalah orang yang tidak bisa membedakan antara gejala ringan dan gejala hilang. Gejala ringan selama isolasi mandiri antara lain sumeng, badan pegal, nyeri sendiri, napsu makan berkurang serta pusing.

LEAVE A REPLY