
ZNEWS.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Maret 2021 atau lebih awal dibandingkan tahun lalu untuk lebih memaksimalkan mitigasi.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan status siaga darurat karhutla biasanya mulai berlaku pada bulan April, namun tahun 2021 dilakukan lebih cepat lantaran BMKG memperkirakan musim kemarau sudah terjadi di wilayah Sumsel sejak awal Maret.
“Ini upaya antisipasi sebelum adanya hotspot,” kata dia, Rabu (17/2/2021).
Menurut Deru, pihaknya saat ini fokus pada akurasi data sebaran titik api sembari memantau jumlah hotspot yang di daerah yang sering menjadi titik karhutla.
Ia menerangkan akurasi titik api itu penting agar tim penanggulangan bisa bekerja lebih efektif di lapangan.
“Terkadang itu bukan api tapi titik panas, maka deteksinya tidak akurat seperti orang bakar batu bata jadi hotspot . Bahkan, ada yang orang bakar lemang, jadi hotspot juga,” katanya.
Ia menyebutkan, hingga kini baru provinsi Sumsel yang memberikan bantuan keuangan untuk pencegahan karhutla di kabupaten dan kota di Sumsel.























