Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kedua kiri) berjalan menuju ruangan untuk bertemu dengan Asosiasi Alumni Jepang di Indonesia (PERSADA) di Jakarta, Rabu (21/10/2020). ANTARA FOTO/Genta Tenri Mawangi/wpa/wsj.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Jakarta, Rabu, berusaha menjernihkan rumor terkait rencana pembuangan air tercemar zat radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut.

Dalam kesempatan itu, ia memastikan Pemerintah Jepang belum membuat keputusan final terkait nasib limbah radioaktif dari PLTN Fukushima Daiichi, tetapi ia menyebut pihaknya akan menetapkan kebijakan mengenai masalah tersebut secepatnya.

“Penanganan air (terkontaminasi radiokatif, red) ini tidak dapat ditunda lagi. Kami bertanggung jawab memutuskan (penanganan limbah, red) secepatnya,” kata PM Suga saat menjawab pertanyaan wartawan pada jumpa pers terbatas bersama media Jepang dan Indonesia.

PM Suga menjelaskan permasalahan terkait pembuangan limbah radioaktif Fukushima ke laut masih didalami oleh kalangan internal pemerintah.

“Kami masih memperdalam diskusi (mengenai limbah radioaktif, red) di internal, dan kami akan berusaha menjernihkan rumor yang merugikan (terkait isu limbah radioaktif, red),” ujar Suga di Jakarta pada hari terakhir lawatannya ke Indonesia.

Beberapa media Jepang minggu lalu melaporkan pemerintah berencana membuang lebih dari satu juta ton air yang terkontaminasi zat radioaktif ke laut. Sedikitnya, hampir 1,2 juta ton limbah radioaktif saat ini masih tersimpan di tangki-tangki air berukuran besar di PLTN Fukushima Daiichi.

Tokyo Electric Power Company (TEPCO), pengelola PLTN Fukushima Daiichi, telah mengamankan jutaan ton air yang tercemar zat radioaktif setelah reaktor nuklir di PLTN itu rusak akibat gempa bumi dan Tsunami pada 2011.

LEAVE A REPLY