Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa merancang sekaligus mempersiapkan tim relawan Respons Darurat Pendidikan (RDP) untuk saling bahu-membahu meringankan beban masyarakat penyintas gempa Cianjur, Jawa Barat, dengan melakukan penanganan Psikososial Fisrt Aid (PFA). (Foto: LPI DD)

ZNEWS.ID BOGOR – Gempa yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/12/2022) lalu, menyisakan luka mendalam bagi kita semua, terutama masyarakat Kabupaten Cianjur. Tak sedikit nyawa yang terenggut pada peristiwa bencana alam tersebut.

Selain bangunan yang rusak dan hancur, dampak nyata akibat guncangan gempa magnitudo 5,6 tersebut ialah luka batin dan trauma mendalam yang dialami masyarakat. Akses dan proses belajar mengajar pun terhenti, sehingga anak-anak tak bisa belajar dengan leluasa.

Oleh sebab itu, Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa melalui Sekolah Literasi Indonesia, merancang sekaligus mempersiapkan tim relawan Respons Darurat Pendidikan (RDP) untuk saling bahu-membahu meringankan beban masyarakat penyintas gempa dengan melakukan penanganan Psikososial Fisrt Aid (PFA).

Pembekalan relawan RDP telah dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (6 dan 7/12/2022) lalu, untuk mengoptimalkan aksi relawan di lokasi bencana.

Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa merancang sekaligus mempersiapkan tim relawan Respons Darurat Pendidikan (RDP) untuk saling bahu-membahu meringankan beban masyarakat penyintas gempa Cianjur, Jawa Barat, dengan melakukan penanganan Psikososial Fisrt Aid (PFA). (Foto: LPI DD)

Selain mendapatkan bekal teknis saat menangani masyarakat di lokasi pengungsian, para relawan juga dibekali teknik pengajaran untuk anak-anak penyintas lewat metode literasi dengan konsep Kelas Literasi Kreatif (KLiK) yang disuguhkan Sekolah Literasi Indonesia (SLI).

KLiK merupakan konsep penerapan aktivitas literasi yang dicetuskan SLI. Yakni, konsep implementatif aktivitas multiliterasi, bermakna, yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan.

Harapannya, KLiK bisa menjadi panduan kegiatan bagi para relawan saat membersamai anak-anak sehingga pada penerapannya mampu membangkitkan kembali semangat dan gairah anak-anak dalam melanjutkan kesehariannya.

LEAVE A REPLY