Pembangunan jembatan gantung di Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, ditargetkan selesai dalam14 hari. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID LEBAK – Pembangunan jembatan gantung di Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, saat ini tengah berlangsung. Sejak Sabtu, 7 Maret 2020, proses pembangunan jembatan terus dikerjakan. Targetnya, selesai dalam 14 hari.

“Ya, kami targetkan selama 14 hari, pembangunan jembatan ini rampung,” kata Eka Suwandi, Tim DMC Dompet Dhuafa sekaligus Koordinator Recovery Pembangunan Jembatan Gantung Desa Calungbungur.

Selama proses pembangunan, tidak sedikit kendala yang dihadapi oleh tim DMC. Salah satunya, cuaca yang tidak menentu.

Bersama warga yang dikoordinir oleh kepala desa, tim DMC bahu-membahu merampungkan jembatan gantung. (Foto: DMC DD)

Jika sudah demikian, mau tidak mau, aktivitas terpaksa dihentikan. Namun, semangat dan keyakinan selalu berkobar di dada tim DMC Dompet Dhuafa.

Bersama warga yang dikoordinir oleh kepala desa, tim DMC bahu-membahu merampungkan jembatan yang menjadi akses paling diandalkan warga Desa Calungbungur tersebut.

“Insyaallah, maksimal 10 hari jembatan sudah dapat digunakan. Pengadaan sebagian material juga kami proses dari luar kota, karena ketersediaan yang minim,” ujar Eka.

Proses pembangunan jembatan memiliki beberapa tahapan dan terbagi empat sesi jam kerja. (Foto: DMC DD)

Eka menuturkan, proses pembangunan jembatan sendiri memiliki beberapa tahap, yaitu mengukur bentangan pada anchor yang masih ada, menarik wire sling baja untuk penopang, memasang besi siku dan hollow lantai.

Kemudian, tahapan memasang papan untuk lantai, memasang pengaman dengan kawat jaring, hingga finishing dan pengecoran jalan.

Proses pengerjaan pun, lanjut dia, terbagi dalam 4 sesi dalam sehari. Dimulai sejak pagi pukul 08.00-12.00 WIB, siang pukul 13.00-15.00 WIB, 16.00-18.00 WIB, hingga malam pukul 20.00-22.00 WIB.

Tidak sedikit kendala yang dihadapi oleh tim DMC dan warga, salah satunya cuaca yang tidak menentu. (Foto: DMC DD)

Hujan deras yang turun sewaktu-waktu, membuat tim memutuskan tidak meneruskan pekerjaan. Guna, meminimalisasi risiko.

Meski begitu, kata Eka, tim DMC tetap mengondisikan proses pelaksanaanya. Misalnya, jam lembur ditambah atau tetap melaksanakan jika hanya rintik gerimis.

“Insyaallah, tim akan tetap memerhatikan kondisi dan situasinya, guna jembatan tersebut dapat bermanfaat untuk warga Lebak, khususmya Sajira,” tuturnya. (dka)

LEAVE A REPLY