Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Jawa Tengah (LKC Jateng) memenuhi gizi Jenia melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan paket Hygiene kit. (Foto: DD Jateng)

ZNEWS.ID BANYUMAS – Bayi mungil ini lahir di Banyumas, 22 Januari 2019. Namanya cantik, Jenia Putri Permata Sari. Jenia merupakan putri kedua pasangan Helly dan Lilis. Mereka termasuk keluarga dengan status ekonomi menengah ke bawah.

Keluarga Jenia tercatat sebagai warga Kranji RT 02 RW 01 Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Namun, saat ini keluarga Jenia tinggal di rumah berdinding bekas–bekas banner di tengah persawahan milik warga yang ada di belakang Desa Kranji.

Helly saat ini berprofesi sebagai pemulung, sedangkan Lilis seorang ibu rumah tangga. Kesehariannya mengurus keperluan anak–anaknya. Jenia mempunyai seorang kakak perempuan, namanya Ika Putri Puspita Sari. Saat ini, ia duduk di Bangku Sekolah Menengah Atas.

Dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, Helly biasanya mengumpulkan sampah yang bisa dijual selama satu pekan. Dari hasil kerja kerasnya itu, dia hanya mendapat uang sekitar Rp 50.000.

Uang sejumlah itu tentu tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari–hari mereka. Apalagi untuk membayar uang sekolah Ika. Dan, memenuhi kebutuhan Gizi Jenia. Agar bisa bertahan hidup, Helly terpaksa mencari utang ke warga sekitar, atau mengharap adanya pemberian makanan gratis setiap hari Jumat.

Sementara, untuk urusan sekolah anak pertamanya, biasanya, Ika mengajukan proposal bantuan ke lembaga sosial. Besaran dana yang diterima hanya cukup untuk pembayaran SPP. Sampai saat ini, Ijazah SMP Ika masih ditahan di sekolahnya. Dia masih ada tunggakan pembayaran yang belum bisa diselesaikan.

Beberapa waktu lalu, Jenia juga sempat dirawat di salah satu rumah sakit di daerah Purwokerto. Dia terserang demam dan diare. Jenia dirawat selama 3 hari. Lingkungan rumah yang kumuh dan pemenuhan gizi yang kurang memadai, membuat bayi mungil ini rentan terkena penyakit.

Sistem imun Jenia masih rendah. Dia belum sembuh total. Mirisnya lagi, Jenia termasuk bayi dengan gizi kurang. Dari grafik timbangan, berat badannya cenderung menurun.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, pepatah inilah yang sedang dirasakan keluarga Helly saat ini. Selain harus memikirkan kondisi anaknya, Helly juga harus siap kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya, rumah yang saat ini mereka tinggali kabarnya mau digusur. Lahan persawahan yang sekarang ia tempati akan digunakan oleh pemiliknya.

Melihat latar belakang keluarga Helly, Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Jawa Tengah (LKC Jateng), tergerak untuk memenuhi gizi Jenia. Dengan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan paket Hygiene kit. (DD Jateng)

LEAVE A REPLY